Aspirasi

Himpunan Mahasiswa Elektro
Politeknik Negeri Malang

1 Oktober 20269 menit baca
AHAlvin Rizky HidayatKoordinator KOMINFO HMTE 2025/2026

Catatan Persiapan Tim Robot Polinema Menuju Kompetisi Robot Indonesia

Sampul Catatan Persiapan Tim Robot Polinema Menuju Kompetisi Robot Indonesia

Kompetisi Robot Indonesia (KRI) adalah ajang tahunan yang mempertemukan tim robot dari seluruh politeknik dan universitas di Indonesia. Bagi mahasiswa elektro, KRI bukan sekadar lomba, melainkan ruang belajar paling jujur: apa pun yang salah di rangkaian, program, atau strategi akan langsung terlihat di arena. Tim robot Polinema telah beberapa kali mengikuti KRI, dan persiapan menuju kompetisi selalu dimulai jauh sebelum hari pertandingan.

Memahami Kategori dan Aturan Pertandingan

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membaca buku aturan KRI dari awal sampai akhir, termasuk lampiran teknis yang sering dilewatkan. Setiap kategori memiliki batasan ukuran, berat, tegangan baterai, dan mekanisme penilaian yang berbeda. Kesalahan membaca aturan bisa berakibat diskualifikasi meskipun robot sudah bekerja dengan baik. Tim kami biasa membuat ringkasan aturan dalam satu halaman besar yang ditempel di sekretariat agar semua anggota hafal di luar kepala.

  • Matangkan desain mekanik sebelum memesan komponen, jangan sebaliknya.
  • Siapkan minimal dua unit baterai cadangan dengan kapasitas yang sama.
  • Latih proses perakitan ulang dengan target waktu kurang dari tiga puluh menit.
  • Dokumentasikan setiap perubahan rangkaian dan program dalam logbook tim.
  • Uji robot di permukaan yang menyerupai arena, bukan hanya di lantai ruang kelas.

Membagi Tim dan Menjaga Ritme Latihan

Tim robot yang sehat punya pembagian kerja yang jelas: divisi mekanik, elektrik, pemrograman, dan manajemen. Setiap divisi memiliki koordinator yang bertanggung jawab atas tenggat masing-masing. Kami menjadwalkan latihan rutin dua kali seminggu pada sore hari setelah jam kuliah, ditambah latihan intensif saat memasuki dua bulan terakhir. Jadwal ini disepakati di awal sehingga tidak ada yang merasa ditinggalkan.

Robot line follower di lintasan uji
Sesi uji coba robot di lintasan buatan sebelum keberangkatan ke arena KRI.
“Robot jarang kalah karena satu komponen mahal. Biasanya kalah karena baut yang lupa dikencangkan atau program yang belum diuji dengan kondisi arena sungguhan.”
Alvin Rizky Hidayat, Koordinator KOMINFO HMTE

Pelajaran dari Arena

Di arena, tekanan waktu dan sorakan penonton sering membuat tim panik. Kami belajar bahwa menyiapkan daftar periksa sebelum pertandingan jauh lebih penting daripada menambah fitur baru di menit terakhir. Tim yang tenang dan disiplin mengikuti prosedur biasanya tampil lebih baik daripada tim dengan robot canggih tetapi persiapannya kacau. Pengalaman ini juga mengajarkan bahwa kalah di satu pertandingan bukan akhir, selama catatan evaluasinya dipakai untuk perbaikan.

Setelah Kompetisi Selesai

Kompetisi usai, tetapi proses belajar belum. Kami selalu mengadakan sesi evaluasi terbuka yang mengundang anggota baru untuk melihat langsung robot dan dokumentasi tim. Tujuannya sederhana: agar pengetahuan yang sudah susah payah dikumpulkan tidak hilang bersama kelulusan anggotanya. Dari sesi inilah regenerasi tim robot lahir, dan dari situ pula HMTE berharap tradisi berkompetisi bisa berlanjut setiap tahun.